Minggu, 15 April 2012

Tertawa Lebih Awal


Rona wajahmu layak memesona, hingga akalku tak kuat bandingkan
Lisan tutur serta gerikmu rasuk tanpa ada tendensi batinku yang kokoh
Hingga tak kunjung surut niatku ingin merabamu dan melentikkan jariku
Sekedar untuk menahan nafsu birahiku yang sangat
Cerita bidadari tak lebih dan hanya kiasan para pendongeng
Kini kau hadir di hadapanku, tapi sepatah kata tak bisa terucap
Angin apa yang membawamu dihadapanku
Biar badai sekalipun aku tak akan jauhimu
Dari ujung atas, dikau singkap anumu, dikau perlihatkan milikmu
Aku tak kuat lagi untuk menjamahmu
Wahai ...
Ha...haa...haaha...Ternyata dirimulah yang beruntung, dan aku pun tertawa diawal pagi ini

Jumat, 06 April 2012

Kemana Matahari Menuju

Salut untuk mereka, telah gigih dalam menjalani hidup. Kebanggaan tersendiri jikalau akhir hidupnya adalah sesuai dengan keinginannya. Meski keterbatasan, tak menyurutkan tekadnya demi hidup dan nilainya yang tiada bandingannya, meskipun uang sekalipun. 


Tapi suatu saat senja akan datang, lambat laun usia makin menua, kondisi tubuh yang tak lagi kokoh menahan beban di pundak, saat itu Matahari akan perlahan-lahan terbenam, sinarnya akan memudar dan langit menjadi gelap. Malam kini datang, tapi apakah esok hari akan sama ? mungkin ada keajaiban, mungkin kita telah Mati atau sakit atau diberikan umur yang panjang.