Tampilkan postingan dengan label Celoteh. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Celoteh. Tampilkan semua postingan

Kamis, 17 Mei 2012

Tiada Hari tanpa SUKHOI


Hingga hari ini, media tetap semangat menyajikan berita hangat tentang pesawat Jet buatan Rusia itu. Hingga hari itujuga, disebuah warung kopi tepi jalan. Beberapa Lelaki lanjut usia dengan pakaian lusuh memperbincangkan tanpa sadar kopi mereka dikerumuni lalat dan ditutpi debu. Sungguh nikmat, SUKHOI bukan hanya selera para elit layaknya Politikus, selera bak kopi meskipun pekat tapi sangat menyejukan dahaga selepas mengayuh becak miliknya.

Beberapa pertanyaan konyol pun tercuat dari mulut mereka, hingga tak sadar sore menjelang jam 4 tak terasa membuat becak mereka tetap terparkir di pinggir jalan itu. Diantaranya : Apa beda pilot SUKHOI dengan politikus ?...hahaha....salah satu dari mereka menjawab sambil tertawa. Pilot SUKHOI menabrak Gunung Salak, kalo politikus menabrak Komitmen.

Hahaha.... akupun ikut tertawa dengan gumaman mereka. Saat itu aku hanya menikmati segelas Teh dan sebiji roti. Sungguh nikmat, mereka tertawa menikmati umur mereka. Mungkin mereka tahu rezki yang mereka dapat tak mencukupi, tapi syukur mereka terdengar dari tawa mereka. Nikmat yang tiada banding. Mereka tak surut dengan kondisi ekonomi yang surut dengan nilai harga barang yang meninggi. Tapi hanya berharap pada mereka yang memegang kuasa. Mudah-mudahan mereka dengar.

Minggu, 13 Mei 2012

Kecemasan.!


Terlihat mudah, saat kita mengutarakan pendapat kita dalam sebuah ajang pendapat atau forum. Dimana dituntut sebuah solusi (to the point), tidak ada lagi irrasional dalam solusi itu. Harus taktis dan penuh metodologis dalam pelaksanaanya.

Tapi saat ide itu muncul, terkadang akal kita meragukannya. Walau hanya beberapa persen, tapi sangat mempengaruhi dalam terwujudnya.  Muncul sebuah kecemasan, bahwa ide itu akan sesuai dengan tujuan, atau malah jadi pengeruh permasalahan.  Dan itu yang harus di kurangi, dengan beberapa cara. Butuh sebuah bukti eksperimental jika akan mengambil keputusan. Mungkin beberapa hari ini, pengalaman menjadi puncak dalam pengambilan keputusan, terbukti apa yang saya dapatkan pada saat ini.

“Tapi apakah sebuah data eksperimen bisa jadi masalah?”....Saat ini, masih dalam pikiranku..!!

Rabu, 09 Mei 2012

Kurang apa ...?


Jika suatu saat, entah dimana, dirimu dihadapkan sebuah masalah. Dan hanya Tuhan yang sanggup menolong kamu. Apakah dirimu masih menggunakan akal mu untuk menemukan pemecahannya ?

Jika anda menjawab dengan akal, maka alur akal akan sama dengan pernyataan logika matematika (1+1 = 2). Jika dengan menggunakan naluri (hati) mungkin jawabannya berbeda. Dan jawaban itu tidak mungkin sama dengan jawaban yang aku punya.

Apa yang dimiliki manusia adalah sebuah kehendak, ketika diberikan akal maka naluri (hati) juga serta ikut campur, karena manusia takut salah dan selalu membutuhkan kepuasan. Apa yang kurang darimu yang telah diberi segalanya dari sang pencipta ? yang kurang adalah KEPUASAN.

Maka jadilah orang yang selalu puas dengan apa yang kamu miliki (asalkan kamu telah melakukannya dengan keras dan berdoa). 

Semangat Hidup,,, (Catatan ini didedikasikan untuk hari Buruh pada tgl 1 Mei 2012)

Jumat, 06 April 2012

Kemana Matahari Menuju

Salut untuk mereka, telah gigih dalam menjalani hidup. Kebanggaan tersendiri jikalau akhir hidupnya adalah sesuai dengan keinginannya. Meski keterbatasan, tak menyurutkan tekadnya demi hidup dan nilainya yang tiada bandingannya, meskipun uang sekalipun. 


Tapi suatu saat senja akan datang, lambat laun usia makin menua, kondisi tubuh yang tak lagi kokoh menahan beban di pundak, saat itu Matahari akan perlahan-lahan terbenam, sinarnya akan memudar dan langit menjadi gelap. Malam kini datang, tapi apakah esok hari akan sama ? mungkin ada keajaiban, mungkin kita telah Mati atau sakit atau diberikan umur yang panjang.

Minggu, 04 Maret 2012

Murahnya BBM

Harapnya Kota Metropilitan, memiliki apa yang akan kita inginkan. Segalanya ada tinggal mencari dan berusaha mewujudkannya. Harapnya negeri kita Indonesia, kekayaan alam melimpah dan sumber daya manusia yang kreatif dan reaktif. Dari sabang-merauke penuh fantasi dan unik, keberadaanya tak pasti.


Mungkin karena pengaruh Bahan Bakar Minyak, yang di singkat BBM sebagai salah satu factor perekonomian kita seperti ini. Tapi saya gariskan bukan karena saya tahu akan kondisi di negeri kita, tapi dengan gambar ini sebagai bukti akan Murahnya Bahan Bakar Manusia. Mungkin pemerintah yakin akan solusi kelangkaan ini, dan mari kita berdoa dan mendukung kelancaran kegiatan yang mereka canangkan. Mudah-mudahan sampai ke tujuan yang sebenarnya dan PASTI.

Senin, 29 Agustus 2011

Efek Rumah Kaca Pada Bulan Ramadhan


Hari ini terasa panasnya, dibandingkan hari biasanya, mungkin tidak ada kegiatan yang dilakukan hari ini, hanya duduk menatap layar persegi dari monitor komputer pemilik Warnet. Untuk menghilangkan kejenuhan pun tak ada, setelah sampai dirumah sejak malam tadi, hanya duduk dan duduk lagi di depan televisi, menanti acara dan talk show favorit salah satu siaran TV swasta Indonesia.
Sampai saat ini, menjelang berbuka pun hanya bunyi nyanyian yang terdengar dari Komputer. Seraya mendengarnya, Aku pun menyempatkan untuk menghibur diri dengan menulis tulisan ini, walaupun kesannya hanya blak-blakan isinya, yah minimal jadi tempat mengumpat apapun dan mengeluarkan isi kepala yang sudah lama ingin keluar.
Oh iya, Ramadhan tahun ini terasa panas, bukan karena Matahari yang makin mendekat ke Bumi, tapi kondisi ini diciptakan sendiri oleh manusia, bahasa populernya "Pemanasan Global".
"Pemanasan Global" 
Pemanasan global atau Global Warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.


Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia" melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut. (Sumber : Wikipedia.com).
Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrem, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan. Penyebab Pemanasan Global pun menjadi tiga, antaranya :Efek Rumah Kaca, Efek Umpan Balik, dan Variasi motor. (Sumber : Wikipedia.com).
Apakah Anda peduli dengan keadaan ini ? yang jelasnya anda lebih tahu!

Minggu, 07 Agustus 2011

Dalam Mihrab Cinta Ramadhan

Suara bedug mendentung, memecah segala arah dan bebas
Sambut sorak dan tawa, bocah penjajal barang bekas
Di ujung jalan dekat bongkahan sampah jadi penghias
Terkucur keringat peluh, terseka debu jalanan, nuansa picis
Akhirnya kemenangan ia raih kembali setelah seharian mengais
Sungguh karunia Ilahi tiada henti, di tengah kemarau nan panas
Menjadi pelipur, walau hasil yang dituai berujung tak puas
Menjadi penawar, walau lelah dan banyak tenaga yang terkuras
Karena cinta untuk hamba-Nya tak terbatas


Jumat, 22 Juli 2011

Ekonomi Versi Orang Miskin

Sore hari, tampak sinar mentari telah beranjak turun dengan perlahan. Seharian tak melakukan apapun, duduk ditemani segelas teh yang menyemangatiku hingga saat ini. Di ranting pohon mangga itu, bertengger seekor burung gereja yang sedang menikmati sore harinya bersama pasangannya, aku jadi iri melihatnya bercanda dan dengan kicauannya, entah seperti apa yang mereka katakan.

Di kejauhan, ujung jalan. Aku melihat seorang yang keperawakannya telah tua dan sedang sibuk dengan jualannya. Penjual makanan ringan, keripik singkong. Ada keinginan untuk membeli, tapi untuk saat ini aku tidak memiliki uang untuk membeli makan itu, walaupun tenggorokan ini terus meminta tapi karena aku sedang berusaha menghemat isi dompetku yang sudah tinggal beberapa lagi.

Cukup dari kejauhan aku perhatikan dengan seksama, tak beberapa lama dia pun menghitung pendapatan yang telah dia dapatkan dari hasil penjualannya. Aku malah penasaran total berapa dia dapatkan hari ini, sesekali dia menjilat jari-jarinya untuk menghitung uangnya. Alangkah nikmatnya cara dia menghitung uang dari hasil jualannya, rasa kepuasan tersendiri hingga begitu seriusnya tak peduli orang yang lewat didepannya.

Aku tak begitu tahu tentang ekonomi, defenisi dan segala macamnya. Yang aku tahu hingga saat ini, segala sesuatunya harus bernilai dengan uang. Everything is money, apapun defenisi menurut anda tentang uang. Intinya dia “uang” adalah segalanya, hingga nyayian “ ada uang abang ku saying, gak ada uang abang ku tending”. Sedalam itukah nilai uang hingga orang-orang rela melakukan apa saja untuk mendapatkannya, baik itu dengan jalan baik (halal) ataupun dengan cara kotor (haram).

Aku ada karena ada uang menjadi falsafah diri, yang menjadikan ke-eksis-an seseorang, seperti mobil mewah, barang antik dalam rumah, dan sejenis barang yang mengisyaratkan bahwa orang tersebut betul-betul berada atau memiliki predikat “orang kaya”. Bagaimana dengan orang yang tergolong sebagai orang miskin ? . Apakah sikap/ cara mendefinisikan tentang ekonomi ? sebagai sesama orang miskin, pasti berharap jadi orang kaya, tapi kapan waktunya itu tidak bisa dipastikan, jika aku berusaha pasti bisa. Tapi saran aku, jangan pernah lakukan atau menjadi orang kaya dengan cara kotor, seperti nyanyian SLANK, seperti Para KORUPTOR.

Rabu, 29 Juni 2011

Musik Menuai Kritik Hidup Seseorang

Mungkin anda adalah salah satu orang yang menyukai musik untuk melukiskan suasana hati anda. Kenapa tidak, kebanyakan orang menginginkan sebuah hiburan yang betul-betul dapat menghilangkan kejenuhan setelah pulang dari tempat kerja, melukiskan ketika anda sedang mengalami kesedihan dan dilanda rindu kepada sang kekasih.

Dibawah ini, beberapa pendapat kenapa orang menyukai musik :

* Cerita lagu itu seolah mewakili kisah hidup anda (Jatuh Cinta atau Patah Hati).

* Lagu tersebut hadir disaat yang tepat dengan salah satu fragmen kehidupan anda tanpa disadari atau disengaja.

* Karena orang yang anda sukai mengenalkan lagu itu

* Seorang mempersembahkan lagu itu untuk anda.

* Hanya karena menurut sense anda irama lagu tersebut sesuai dengan suasana saat mendengarkannya.

* Lagu itu merupakan Ost otau bagian dari cerita Favorit anda.

* Karena musik itu teman, musik itu hiburan, musik itu kedamaian, musik itu kebutuhan.

* Membuat kita semangat untuk berbuat sesuatu

* Hilangkan stress

* Karena musik bikin suasana hati menjadi seperti yang kita inginkan tergantung dari jenisnya.

* Karena musik melukiskan perasaan kita, dan juga mempengaruhi jenis music yang ingin kita dengar

* Karena menghibur dan enak di dengar

* Menjadi flashback hari-hari sebelumnya.


Mungkin salah satu dari beberapa pendapat diatas pernah anda rasakan, dan pastinya semua orang pasti menyukai musik.

Kamu bisa perhatikan potongan lirik lagu dibawah ini :

Tanpamu Sepi (GIGI)

Kau belahan jiwaku
Kini aku sendiri hampa
Kusadari
Begitu sangat beda
Perasaanku di saat
Memelukmu, dengan tulus

Satu ungkapan tentang
Tali kasih dan cinta putih
Suci adanya
Sangat aku sadari
Nafasku dan cintaku hanya
'Tuk dirimu, dengan tulus, dengan kasih

Hari hari terasa sepi tanpa
Ada dirimu di sisiku
Jangan berpaling kasih
Dari hatiku yang kusesali

Kamis, 26 Mei 2011

Selamat Ultah (21 Mei 1998)

21 Mei Untuk Soeharto

Siapa yang tak kenal dengan beliau, sosok pemimpin di Indonesia (Presiden RI) yang selama 32 tahun lamanya. Menjadi nomor satu mungkin tak mudah, tapi lain hal dengan Bapak Soeharto. Dia dikenal sebagai pemimpin dictator dan terkorup, pandangan umum seperti itu. Jasa-jasa beliau tak dikenang lagi semenjak dia turun tahta pada mei silam. Bahkan isu tentang pengangkatan beliau sebagai Pahlawan Nasional setelah mangkat tak lagi terdengung, alasannya karena beliau seorang Koruptor.

Semasa beliau menjabat, kediktatoran dalam menjalankan pemerintahannya sangat ditakuti, mungkin beliau semasa kecil sangat sulit (suram), tapi bukan hal yang pantas dijadikan parameter. Sejak kecil belia sudah khatam tentang Militer. Sejak penjajahan belanda, beliau adalah anggota KNIL. Setelah Belanda dikalahkan oleh Jepang beliau diangkat menjadi Komandan PETA oleh Jenderal Sudirman, dari sinilah kemiliteran beliau memuncak hingga detik-detik pelaksanan PROKLAMASI Kemerdekaan RI.

21 Mei Untuk Reformasi

Reformasi, hari itu dikenang sepanjang masa. Moment sebuah keruntuhan kepemimpinan dari sang dictator Suharto, ditambah krisis ekonomi yang berkepanjangan sehingga perlu sebuah gerakan massa untuk segera keluar dari kondisi itu. Dalam proses “Reformasi”, sebuah pengorbanan adalah jalan untuk mencapai perubahan, da kematian adalah jalannya.

Tapi sayang, pengorbanan itu justru bukan menjadi acuan untuk mengubah kondisi negeri, mengurangi jumlah koruptor. Tapi justru moment itu digunakan untuk merangsang pertumbuhan orang-orang korup.

21 Mei, Untuk Siapa?

Yang jelasnya untuk saya pribadi, dan orang yang merasa 21 Mei itu penting. Jika tak mengubah, minimal kita menghargai beliau-beliau pahlawan reformasi, tapi sebenarnya tak cukup dengan memperingati, hanya sekedar “Talk Only, No Action”.

Senin, 09 Mei 2011

Ada Apa Dengan Agama-ku

Agama ku adalah adalah urusanku, Neraka dan Syurga hanyalah sebuah ekspektasi manusia. Tidak perlu mempersoalkan tentang dosa besar yang telah aku lakukan. Cukup mengetahuinya meskipun berulangkali dirimu memperingatkan-ku. Selama aku tak mengganggu agama-mu.

Bencilah pribadi-ku, bukan agama-ku. Bukan agamaku yang salah, karena aku diciptakan untuk di goda iblis. Jadi salahkan Iblis, dialah playmaker kesalahan-ku. Tak apalah jika kelak aku ditempatkan di neraka, bukan karena aku merindukan iblis, tapi aku rindu neraka.


Mungkin kata-kata yang di ucapkan oleh Nurdin diatas, merupakan bentuk ke-kecewaannya pada saudaranya yang menganggap agamanya adalah suatu yang buruk. Hatinya menuntut akan hujatan yang dilemparkan kepadanya. Bukan karena dia adalah teroris ataupun penganut aliran keras, tapi karena hanya berpacaran dengan perempuan yang tidak se-agama dengannya.

Ada apa dengan agamaku, salahkah aku menjadikannya calon pendamping hidupku. Dia tak buruk, diapun sama denganku, keluarganya ramah denganku, dia memiliki apa yang aku inginkan, tapi bukan karena materi.

Setelah keraguannya memuncak, dia pun bingung untuk menemukan solusi dari permasalahannya. Dia menatap ke langit-langit rumahnya, seraya menanti akan datang sebuah ke ajaiban, matanya melotot hingga gerak-gerik cicak pun dia perhatikan.

Kemudian dia (matanya) tertuju pada tulisan kaligrafi di dinding rumahnya. Dia bergumam, dan memohon maaf kepada Tuhannya,

“ Ya Allah, Apa yang salah dari pilihan hatiku, bukankah firman Mu mewajarkan bahwa Engkau menciptakan pasangan hidupku?”

Tak henti, matanya yang sudah mulai kemerahan, dia tetap menatap ke langit-langit rumahnya, hingga matanya tertuju pada meja disampingnya, diatas meja itu terdapat sebatang rokok, rokok itu adalah milik temannya yang ditinggal, kebetulan temannya seorang perokok. Dia pun meraih rokok itu dan menghisapnya, begitulah caranya dia menenangkan pikirannya. Meskipun rokok itu mengandung racun (Nikotin dsb).

Setelah sampai setengah dari rokok itu dia hisap, akhirnya dia inisiatif untuk merungdingkannya dengan kenalan barunya, namanya Aminah.

Dia (Nurdin) pun mempertanyakan hal-ikhwal kegelisahannya kepada Aminah yang baru beberapa hari dia kenal. Dia pun meraih handphone miliknya dan mengecek sisa pulsa yang dia miliki. Kemudian jemarinya mulai menari diatas tuts handphone miliknya, di pun mengirimkan sms kepada si Aminah.

Nurdin : “ Assalamu alaikum… lg ngapain!”

Aminah : “ Wa alaikum salam Wr.Wb…lg duduk di teras”

Nurdin : “ Hmmm….M’nurut kamu, tipe cowok yg kamu suka s’perti apa?”

Aminah : “ Hmmm… yang penting itu agamanya dunk, hehehe…..” sambil tersenyum…Kalau Kamu seperti apa..?

Nurdin : “ Kalau Aku tidak penting agamanya seperti apa, yang jelasnya beriman, kemudian hatinya cantik, mau menderita bersama saya, dan siap terima konsekuensi.

Aminah : “ Wah…agama itu penting loh, dalam islam tidak dianjurkan menikah dengan yang tak se-agama, jika menikah dengan orang tidak se-agama maka dia dianggap ber-zina. Artinya kamu bisa berdosa…trus menurut saya, orang yang bertanggung jawab atas keyakinannya otomatis akan bertanggung jawab juga terhadap orang lain dan kehidupannya..”

Nurdin : “ hehehe…. Itu hadits siapa perawinya….?...jika hadits itu perawinya (Bukhari dan Muslim) selain mereka saya tdk percaya….Albert Einstein lahir sebagai orang yahudi, apakah dia pantas di katakan kafir ..? berdosa..? walaupun dia disebut tak beragama tapi dia memiliki kepercayaan. Sedangkan orang orang-orang yang Korupsi memiliki agama tapi tak ber-iman.

Aminah : “ Aduh..kayaknya prinsip kita berbeda yah..heeheheh….mengenai kelahiran Einstein tdk ada yang salah. Tapi bukankah apa yang telah ditakdirkan pada kita harus tunduk pada aturan masing-masing agama kita…”

Nurdin : “ Apakah prinsip harus menjadi tembok pemisah ketika saya menaruh hati pada seseorang..?

Pesan singkat itu pun terputus begitu saja, harapan Nurdin untuk mendapatkan solusi terhenti. Mungkin suatu saat dia mampu menemukan cara untuk mendapatkan jalan untuk keluar dari. Dia akhirnya membaringkan badannya di lantai, pandangannya kosong.

Akhirnya kedua matanya tertuju pada sebuah botol bertuliskan “Danger”. Pikirannya pun tak karuan, mungkin inilah solusi dari pesan singkat itu.

Diraihnya botol itu, dan meneguknya dengan perlahan. Hatinya mengucap maaf, Tuhan...! terima kasih..KAU telah menciptakan neraka untukku.

Rabu, 27 April 2011

Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur !

“Salahkah aku mencobai jalan hidup dengan menjadi Pelacur? Salahkah aku, bila dengan menjadi Pelacur, aku bisa mendapatkan kembali kekuatanku yang sudah diporak-porandakan oleh Tuhan dan kaum lelaki maniak, kaum lelaki munafik”

Penggalan isi dari novel ini menjadi cambuk, menjadi momok kekecewaan seorang Nidah Kirana, tokoh dari novel ini yang mengambil jalan pintas menjadi Pelacur atas kekecewaanya terhadap Tuhannya. Tuhan yang dianggapnya sebagai tempatnya menyembah dan juga Tuhannya lah juga yang membuat seorang Nidah Kirana yang mencari jati diri sebagai seorang pejuang menuju NII.

Awalnya, Nidah Kirana adalah mahasiswa yang boleh dikata pergaulannya sederhana, hidup dengan kecukupan, biaya kuliah ditanggung oleh orang tuanya (sebagai pengusaha bahan bangunan). Tertarik dengan belajar agama karena kekaguman kepada seorang perempuan yang kesehariannya tak lepas dari syariah agamanya. Rahmi, sosok yang membuat Nidah Kirana serius menjalani pengajian, walaupun tak lama bersama. Tapi seorang Nidah Kirana tak putus asa dengan tekadnya.

Dia pun berusaha mencari dan mencari. Dan atas usulan Rahmi juga ,Nidah Kirana bersedia untuk di bai'at (disumpah) untuk menjadi bagian perjuangan yang telah mengubah pola pikirnya. Selama setelah proses “Penyumpahan”, Nidah Kirana dibenturkan dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan akal pikirannya, kejanggalan-kejanggalan yang didapatnya kemudian dia akumulasikan menjadi sebuah “Kekecewaan”, yah kekecewaan terhadap teman-teman perjuangannya dan juga kepada Tuhannya.

Hasilnya, dia pun menyimpulkan perjuangannya adalah sia-sia. Dan salah satu jalan untuknya untuk lepas adalah “Go Away”. Dalam pelariannya, Nidah Kirana terus dihantui olehmasa lalunya, tempat ia memulai perjuangan sebagai pejuang Tuhannya, untuk menghilangkannya dia pun ikut dalam sebuah forum aliran kiri yang cukup terkenal di kampus barunya. Dari forum inilah Nidah Kirana melakukan kontak langsung dengan laki-laki. Hingga menjadi seorang pelacur yang mempunyai label bertarif mahal, ironis.

Sedikit Komentar dari “Pembaca”

Setidaknya aku menikmatinya buku ini, seperti aku “melacuri buku ini”. Dengan melucuti isi dari novel ini hingga emosi serta dengan seksama menerawang perjalanan Nidah Kirana yang telah kecewa terhadap Tuhannya. Tapi apakah sebuah kekecewaan harus diakhiri dengan “DOSA”, apakah kisah Nidah Kirana adalah salah satu kisah dari pelacur-pelacur di negeriku. Ini hanya tebakanku, tapi kekagumanku kepada seorang perempuan tidak seperti ini. Aku tak ingin perempuan digeneralkan sebagai pelampiasan nafsu lelaki. Itu adalah tafsiran parsial menurutku.

Mungkin jalannya pelacur adalah jalannya dari Tuhannya untuk dirinya dan akan kembali kepada Tuhannya pula, konsep demokrasi tentunya. Biarkan dia kecewa kepada Tuhannya asal bukan kepada Tuhanku. Kalaupun dia tidak percaya kepada Tuhannya, kenapa dia harus takut. Bukankah takut adalah sebuah image tentang keberadaan Tuhan. Jika takut bertanggung jawab, maka janganlah berbuat dosa. Bahkan neraka dan surga bukanlah sebuah ekspektasi kehidupan manusia, tapi pada proses selama ia hidup di dunia. Tapi adakah Tuhan yang seperti itu, mungkin Tuhannya Nidah Kirana tak sama dengan Tuhanku (hehehehe).

Tuhan baru “Mungkinkah?”

Sekarang , fenomena pluralis adalah penyakit yang menjangkiti syurgaku (negeriku). Krisis aktualisasi diri menjadikan sebangsaku mencari peruntungan. Kekayaan negeri ini digrogoti oleh bangsaku sendiri. Habis menyisakan duka dibelahan saudaraku yang menanti uluran tangan pemipin bangsa. Apakah proses ini merupakan jalan setapak akan munculnya Tuhan baru?, tuhan yang akan mengangkat derajat bangsaku menjadi dimuliakan dan bisa disetarakan dengan bangsa yang lain.

Dan apakah Tuhan baru itu akan tiba, dan apakah situs (red:YouTub.com) yang telah mengangkat “Menjadikan” sebagai idola baru dalam negeri kita ditengah keresahan bangsaku, telah membentuk sebuah fenomena sosial, apakah dia “Tuhan Manusia”. Sesekali aku pun menertawakan diriku, atas kesombonganku sendiri, melihatnya dikrumuni sebagai “Idola”. Dari Fenomena “Briptu Norman”, hingga kedatangan “Justin Bieber” telah menyita kalangan bawah sampai atas. Aku pun terperangah, sadarkah aku melihatnya dan mendengar pemberitaanya?, sampai saat ini media meng-Agung-kannya.

Ada uang ada barang, tak ada uang abang ditendang, Ada uang anda puas, tak ada uang tak ada kenikmatan. Dialah TUHAN UANG.