Tampilkan postingan dengan label doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label doa. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 Maret 2012

Dari Rembulan Hingga Senja Itu Datang


Saat itu akan tiba, harapan dan cita kan nyata
Saat itu akan ada, hasrat tak lagi nisbi
Kita kan satu, saat itu cinta kita indah, yang lama kita puja bersama
Ke-aku-an akan sirna, gejolak iman akan kokoh
Saat itu aku mengikatmu dalam sebuah ikatan.
Dimana rembulan, aku dan dirimu.


Saat itu akan tiba, kenangan tetap tertulis
Saat itu akan tiba, Kisah Cinta kita tetap abadi
Kita adalah satu, saat itu adalah cinta yang sempurna, yang lama kita jalani
Selamanya bersama...
Bersama hingga senja itu akan memanggil

Minggu, 11 Maret 2012

Harapan

Untuk bulan kepada siapa
Kupinta hujan tiba asa
Untuk harapan kepada siapa 
Kepada Tuhan aku pinta. 

Sabtu, 26 November 2011

Di Tempat Mana Pun Aku Mengingat-Mu


Hawa pagi ini sungguh menusuk, buatku makin betah di pembaringan tidurku. Semalam aku telat tidur sehingga kedua mata ini sulit untuk dibuka, karena beberapa hari ini aku sibuk dengan tugas-tugas dikantor. Jam setengah 6 pagi, tampak jarum pendek sama panjangnya dengan jarum panjang, mungkin karena letak jarum panjangnya simetris dengan jarum pendeknya. Aku pun lekas bangun dari tempat tidurku, ku usapakan kedua tangan kewajahku, kemudia aku berbalik kearah cermin dengan seksama kuperhatikan wajahku, aku pun berfikir aku cukup tampan juga walaupun aku baru bangun tidur.

Setelah aku merapikan tempat tidurku, aku menuju kamar mandi untuk cuci muka beserta mengambil air wudhu untuk mendirikan sholat shubuh. Walaupun tak sempat tepat waktu, tapi karena keadaan yang tak memungkinkan untuk hadir di masjid, walau letak mesjid dekat dengan rumahku, sekitar 100 meter-an, dapat dijangkau hanya dengan berjalan saja. 

Usai aku mendirikan sholat shubuh, terdengar berkumandang ayat-ayat dari arah pengeras masjid. Aku pun berfikir, salah satu warga kampung di tempat tinggal aku berada telah berpulang ke Rahmatullah, seraya pun aku mengucapkan dalam hati “Innalillahi wa Inna Ilihi Rojiunn”. Sekitar 10 menit ayat itu diperdengarkan, Imam mesjid pun mengumandangkan “Innalillahi Wa Inna Ilihi Rojiunn, telah berpulang ke Rahmatullah, saudara kita, orang tua, dan kerabat kita....”. 

Hingga pengumuman itu usai, aku berjalan menuju teras rumah, menghirup udara segar dipagi hari. Disertai pemandangan hijaunya tanaman padi yang sudah memperlihatkan buahnya, walaupun beberapa saja dalam satu petak sawah, tampak dikejauhan beberapa petani telah mengamati kondisi padi mereka, mudah-mudahan hama tahun ini tidak menyerang, berepa tahun terakhir di kampung kami ini hasil panennya kurang baik, sehingga petani pun berupaya agar hasil panen tahun ini berhasil.

Jam 7 sudah, ibu aku sedang sibuk menyiapkan sarapan untuk kami, tapi aku duduk santai dulu depan teras rumah menikmati pagi ini, hawa dinginnya masih terasa. Kubiarkan adik-adik ku berkemas dan sibuk dengan perlengkapan dan seragam sekolahnya, karena sejak jam 6 pagi mereka sudah di siapkan oleh ibu aku. Di samping aku, telah tersedia teh yang aku ambil dari dapur, teh hasil racikan ibuku dengan beberapa biji kue sebagai pelengkap sarapan pagi ini.

Pagi terasa singkat, aku masih betah menikmati minuman teh ku. Setelah setengah jam-an aku duduk, alarm di handphone berbunyi. Kulihat kelayar handphone ku, alarm  itu merupakan alarm untuk siap-siap ke kantor. Aku pun bergegas ke kamar aku, kemudian aku menuju ke kamar mandi, beberapa menit kemudian aku berpakaian, tapi pakaian ini aku belum setrika, kaena ke-enakan duduk di teras sehingga pakaian yang ingin aku kenakan ke kantor akhirnya aku lupa setrika. Tapi tidak perlu khawatir, ada parfum untuk mengharumkan pakaian yang aku kenakan, walaupun agak kusut yang penting harum.

Jam 8 sudah, aku pun bergegas memanaskan mesin motor milikku, hingga beberapa menit, aku pun meminta izin kepada ibuku, karena aku akan segera berangkat ke kantor. Tak jauh dari rumahku, mereka (red: pengurus mesjid) sedang sibuk membersihkan lingkungan mesjid, yah secara, hari ini ternyata hari jumat. Aku tersadar jika pagi ini aku belum mendirikan sholat sunat Dhuha. Biasanya aku lakukan sebelum berangkat ke kantor, tapi hari ini karena keasyikan menikmati sejuknya hawa pagi hari ini. Jadinya lupa, hehe...

Nantilah, syarat kan juga disunatkan. Tidak dikerjakan juga tidak apa-apa. Tapi sepanjang perjalanan aku terus memikirkan hal itu, hingga aku sampai di kantor, aku pun inisiatif singgah di Mesjid dekat dengan kantor ku berada. Kuperhatikan jam di handphone milik ku, ternyata sisa 10 menit jam 7.30, artinya masih ada sisa waktu untuk mendirikan sholat sunat Dhuha. Hingga doa pun selesai, aku pun segera keluar untuk menuju kantor ku, sekitar 200 meter dari Masjid tempatku sholat.

Tak beberapa lama, beberapa orang menuju arah mesjid. Aku perhatikan seragamnya, mengenakan pakaian sekolah tapi dengan kepala yang berbeda, layaknya untuk mendirikan sholat. Aku ingat, disekitar sini ada sekolah madrasah aliyah. Tapi apa gerangan siswa itu berdatangan ke arah masjid? Aku tahu hari ini hari jum’at, tapi biasanya aktivitas jam segini seharusnya belajar di kelas. Bukan di luar lingkungan  sekolah. Aku pun mengurungkan pikiranku untuk terus menyelidiki maksud dari kedatangan mereka, beberapa menit lagi aku terlambat masuk kantor. Aku pun memacu motor milikku agar tepat waktu sampai di kantor.

Tapi hari ini, banyak kejadian yang membuat kepikiran tentang masjid, tiap harinya kita mengingatnya. Dialah sang Maha yang patut di sembah.

Minggu, 28 Agustus 2011

Maaf Lahir Batin (Idul Fitri 1432 H)


Maaf jika gambar dalam blog milik aku ini memiliki kesamaan dengan yang ada di blog anda, itu adalah bagian terkecil dalam kesalahan manusia, oleh karena itu, aku meminta maaf dengan segala kerendahan hati. Di hari yang fitri ini, bulan Suci Ramadhan, baiknya kita saling memaafkan.

Untuk pemimpinku yang sedang merayakannya, semoga moment ini merupakan moment introspeksi diri, semoga apa yang beliau lakukan, mendapatkan rahmat untuk membuka diri dan mengakui akan kesalahan-kesalahan anda. Damai Indonesia, Hapuskan Korupsi !

UNTUK PARA BLOGER'S INDONESIA..,
MAAF LAHIR BATIN, YAH...

Minggu, 07 Agustus 2011

Rahasia Bulan Ramadhan

Rahmat
Huruf yang pertama adalah “R”, Rahmat. Di bulan ini merupakan bulan paliong istimewa dalam penaggalan Hijriah, bulan yang sering diseb ut sebagai bulan seribu bulan, bulan yang memiliki keistimewaan dengan berbagai rahmatan lil’alamin.

Akhlak
Huruf yang ke-dua adalah “A”, Akhlak. Khusus bulan ini merupakan bulan untuk meperbanyak dan memilihara akhlak, tak terkecuali dengan bulan-bulan yag lainnya.

Menang
Huruf yang ke-tiga adalah “M”, Menang. Menang adalah impian yang ingin diperoleh semua umat manusia, menjadi seutuhnya manusia yang taat kepada Allah dan Rasulnya.

Ampunan
Huruf yang ke-empat adalah “A”, Ampunan. Di bulan yang paling dimuliakan ini, perbanyak tafakur dan doa dan juga perbanyak pahala untuk mendapatkan ampunan dari-Nya.

Damai
Huruf yang ke-lima adalah “D”, Damai. Gejolak dalam dunia yang tak kunjung damai, menyisihkan duka bagi orang-orang yang merasakannya. Untuk itu, khusus di bulan ini diharapkan menjadi sindiran dan berbenah untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan orang lain dan sesame ciptaan Allah. Bukan kah Damai itu Indah.

Hikmah
Huruf yang ke-enam adalah “H”, Hikmah. Banyak hikmah yang didapat selama kita hidup, hal itu juga merupakaan peringatan untuk kelanjutan perjalanan di dunia ini.

Amanah
Huruf yang ke-tujuh adalah “A”, Amanah. Kita lahir di dunia ini telah memegang amanah yang mulia, dan jika salah satunya kita langgar, maka kita harus siap menerima konsekuensinya.

Nikmat
Huruf yang ke-delapan adalah “N” , Nikmat. Alangkah nikmatnya jika kita menjalankan semua apa yang diperintahkan olehnya-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya

Senin, 11 April 2011

Panorama

Di ujung perhentian langkahku
Ku tanyakan pada semesta
Apakah rahasia di balik keindahanmu?



Adakah sekecil apa pun untuk tahu
Agar aku paham lebih dan mencintai

Kamis, 07 April 2011

Kepuasan (Terdefinisi atau Terhitung)

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk bisa “eksis” dan tenar di dunia, kemajuan teknologi pun mendukung. Banyak jalan menuju Roma, bukan ungkapan sekedar ungkapan, tapi memiliki dan memacu seseorang untuk lebih giat mencapai tujuannya. Sepatutnya seseorang mendapatkan hasil kerja kerasnya, mungkin di arahkan ke hal-hal negatif atau positif. Itu pun tergantung dari pemakainya, Sekedar opini tapi selera manusia tak berujung, menjadi Puas dan lebih puas lagi.

Apa Yah?

Dan hal inilah yang terjadi di masyarakat kita, ataupun di dunia pada umumnya, banyaknya jalan untuk mencapai sebuah ketenaran atau ingin di idolakan oleh siapa pun adalah pemicu. Begitu pun teknologi sebagai media yang begitu banyak berjasa untuk bisa mewujudkannya.

Mungkin kita tak asing dengan video Lipsing Keong Racun oleh Shinta-Jojo yang beredar di you tube, atau Udin dengan video lucunya yang berjudul Udin Sedunia, sekarang kita tertuju dengan kehadiran video Lipsing Norman yang menyanyikan lagu india. Semuanya beredar melalui you tube dengan ketidak sengajaan ataupun disengaja, tapi namanya komentar pasti ada sisi positif dan negatifnya, yah…lagi-lagi sesuai selera (kepuasan).

Sebuah fenomena di tanah air kita, yang kemudian bermotamorfosa sebuah keajaiban dan bukan hal asing. Maksudnya lambat-laun kita dapat menerima kehadirannya karena sifatnya menghibur. Tapi apakah pencapaian yang telah dimiliki oleh orang tersebut menjadi tolak ukur sebagai “keberhasilan" ?

Pesona Malinda Dee, pernikahan sesama lelaki, ketenaran Shinta-Jojo, Cerita tentang nama Udin, hingga lagu india oleh Norman. Ada-ada saja cerita di negeriku yang tercinta, dan hingga kini aku berfikir, jikalau anak-anak bangsa tak memiliki pemikiran panjang dan analisa yang matang, mungkin budaya yang ditinggalkan oleh nenek moyang kita akan terkikis, lama kelamaan hanya tinggal sebuah dongeng (mudah-mudahan tidak seperti itu).

Dan kuharap ada solusi yang ditawarkan oleh yang pantas memberi dan dukungan maksimal dari masyarakat seutuhnya. Bukan hanya larut oleh kondisi perpolitikan di negeri ini yang tak kunjung ada penyelesaian. Yah, kupercayakan sepenuhnya pada beliau-beliau, mungkin mereka mendengarnya atau sadar akan kondisi kekinian negeri kita. Amin...!

Sabtu, 19 Maret 2011

Aksi - Reaksi (opini)

Maraknya paket bom, saat ini melanda Indonesia. Setelah Masyarakat ditakuti dengan sebuah penggambaran kondisi yang tidak bisa menuai penyelesaian dari beberapa kasus yang muncul di negeri kita tercinta. Isu politik pun menguat menjadi konklusi terakhir dan dijadikan penyebab dari masalah ini.

Paket Bom dalam Bentuk Buku

(foto :www.viva news.com)


Tak cukup perdebatan masalah keyakinan (religi) yang banyak menyita pemimpin kita yang berada di gedung perwakilan rakyat yang sebentar lagi akan direnovasi. Komplit lah akhirnya, apakah paket tersebut adalah bentuk kekecewaan masyarakat bawah atas kondisi negeri kita, ataukah sebuah bentuk perlawanan ?

Gambar Gedung DPR baru, 1,1 Triliun

(foto :www.viva news.com)


Bukan untuk menerka atau memprovokatori , bahwa efek dari perlawanan rakyat di Mesir dan Libya di awal tahun ini menjadi sebuah jawaban. Kembali lagi ke masalah (agama), adalah hal yang perlu dihindari dan diberi garis besar untuk segera diselesaikan. Pemimpin saat ini, terlalu banyak menyelesaikan tapi menambah masalah, kemana kami harus meminta jawaban selain kepada pemimpin kami yang telah kami pilih?

Paranoid , kepada siapa mestinya kami mengaduh, selain kepada mereka (beliau-beliau) disana Kemunculan sketsa wajah pembawa paket bom malah menambah kami menjadi super–paranoid.

Sketsa Wajah Pembawa Paket Bom

(foto :www.viva news.com)


Tuhan, jika ini adalah cobaan terakhir dari-Mu untuk negeriku. Terima kasih…!!

Coretan di Atap Gedung DPR

(foto :www.viva news.com)


Tuhan, jika masalah ini adalah ciptaan-Mu, pasti tidak akan serumit ini pemimpin kami berusaha, Amin…!!

Tuhan, tahu mengapa pemimpin kami menjadikan sila Ketuhanan Y-M-E sebagai Sila Pertama di negeri kami..??